Sejarah Ulama-Santri Memperjuangkan Kemerdekaan
Assalamualaikum..
Hai semuaaa, pertama saya ucapin maaf banget jika tulisan ini masih jauh dari kata sempurna. Penulis amatiran yang ingin berada di jalan yang lurus di tengah gunjangan banyak isme-isme yang berdatangan serta banyaknya artikel di media sosial yang bertujuan menyesatkan pembacanya, hehe.
Tulisan ini memuat sejarah kiprah ulama-santri tanah air yang potretnya nyaris hilang di Nusantara. Serta kritik fenomena yang menjamur di tanah air.
Btw tulisan ini dibagi beberapa part, kuy capciscus…!!!
Perjuangan Melawan Penjajah
Setelah pemuda Islam direkrut dan dilatih selama 3 bulan dan termasuk dalam pasukan cadangan PETA (pasukan pembelah tanah air). Di bulan berikutnya, setelah pelatihan laskar Hizbullah dikembalikan ke daerah masing-masing guna merekrut anggota baru sebagai pasukan. Di sisi lain melihat semangat barisan perjuangan tersebut Jepang juga menyiasati aksinya dengan tidak memberikan ruang politik pada non muslim serta membujuk dan memberikan peluang politik di bawah naungan partai Masyumi. Jepang melakukan hal ini semata-mata untuk untuk mengusir musuh sehingga tetap eksis menduduki Indonesia. Setelah maksud itu diketahui Laskar Hizbullah kemudian berubah haluan menjadi pasukan pemberontak dalam memperjuangan Kemerdekaan Indonesia di bawah pemerintahan Hindia-Belanda.
Pekikan TAKBIR dan pidato Bung Tomo
Perlawanan besar dan paling heroik dalam sejarah melawan penjajah. Rahasia TAKBIR yang membakar gejolak perlawana arek-arek Surabaya. Siapa sangka dalam perlawanan melawan serdadu ini banyak santri berdatangan dari Probolinggo, Madura, Malang dan daerah-daerah lainnya dengan membawa senjata masing-masing. Kedatangan tentara Sekutu dan NICA telah diketahui melalui selembaran dan akan mendatangi Surabaya dalam waktu dekat. Dimana saat itu Jakarta, Bandung, Semarang telah berhasil ditaklukan.
Dikutip dari Ensiklopedi NU, sebelum melakukan pidatonya Bung Tomo kerap terlebih dahulu bertandang ke Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur untuk menemui dan meminta restu kepada Hadratussyeikh Hasyim Asy’ari. Beliau adalah ulama sekaligus Rais Akbar (petinggi pertama) Nahdatul Ulama. Seruan K.H Hasyim Asy'ari kemudian menjadi musabab berkumpulnya para santri dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Gerakan ini kemudian dikenal sebagai bentuk jihad khilafah. Ketika kekuasaan sultan-sultan telah diduduki oleh kekuasaan Penjajah maka pusat perjuangan kemudian bermarkas di pesantren-pesantren yang tersebar di tanah air. Peristiwa ini menjadi notif bagi pihak penjajah bahwa Pesantren tidak hanya semata menjalankan ritual agama saja melainkan lebih dari itu "sebagai tempat/markas memperjuangkan kemerdekaan dan membebaskan tanah air dari cengkeraman dan kungkungan Penjajah.
Jadi, apabila ada yang beranggapan bahwa khilafah tidaklah pantas di tanah air, ini semua cukup menjadi bukti bahwa Khilawah lebih dahulu ada sebelum founding father merumuskan Pancasila sebagai dasar negara. Atau dalam istilah lain, "kacang lupa kulitnya".
Ironinya, banyak pemuda saat ini yang anti-Islam terutama mereka yang mangagungkan ideologi-ideologi Barat.
Mereka beranggapan bahwa Khilafah adalah pemerintahan Islam Timur Tengah. Padahal khilafah adalah untuk mambawa perdamaian dunia. Dan kalau sudah bahas dunia, maka Islam adalah rahmatan lil alamain.
Lalu, apa kabar dengan ideologi Barat yang terlalu didewakan di Indonesia? Toh kita memiliki kultur dan budaya berbeda. Simple nya, "Jangan bawa budaya Barat Ke Timur, dan begitu pun sebaliknya".
Penolakan terhadap Khilafah adalah pemikiran kolot yang jauh dari kata berkemajuan. Mereka tidak lain hanyalah penganut paham Sekularisme yang notabene lebih mengejar kehidupan dan harta dunia dan rela menggadaikan agamanya. Akibatnya, lemahnya iman dan akidah menggorogoti tulang, hingga sampai pada nilai-nilai Barat yang dianut. Motifnya adalah mereka "teriak Demokrasi".
Nyatanya Demokrasi yang berpaham Ideologi Pancasila yang murni kini bergeser ke Demokrasi Barat berpaham Sekularisme.
Atau juga lemahnya Hukum di Indonesia yang semakin tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Semuanya terkesan lucu. Korupsi adalah hal wajar dan yang ga wajar tuh ketika warga masyarakat mencuri makanan demi kelangsungan hidupnya. Hidup di negeri Wakanda emang gitu gengs...Tolong jangan heran karena ini Indonesia.
Peringatan Hari Santri Nasional di masa pandemi
Seruan Jihad tanggal 22 November oleh
K.H Hasyim A'syari diperingati sebagai Hari Santri Nasional (HSN) berdasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 22 Tahum 2015. Resolusi Jihad ini menjadi musabab gerakan perlawanan 10 November yang dipimpin oleh Bung Tomo.
Bung Tomo pernah berkata, "Tanpa TAKBIR saya tidak tau bagaimana membangkitkan semangat perlawanan pemuda tanah air dalam melawan penjajah". Gerakan perlawanan yang banyak beranggotakan santri ini dikemudian dikenal sebagai Hari Pahlawan. Meski perlawanan itu merupakan bentuk perlawanan yang bersifat kedaerahan (terjadi di Jawa Timur) pada dasarnya berhasil memberikan kesan keberanian dan nilai nasionalisme. Jadi ulama-santri juga memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme. Kemerdekaan itu diperjuangkan bersama tokoh nasionalisme, pemuda, dan ulama-santri tanah air.
Semoga tulisan ini dapat memberikan sedikit Khazanah bagi pembacanya..see you on the next articles.
References:
https://news.detik.com/kolom/d-5224186/jejak-perlawanan-ulama-santri
https://opop.jatimprov.go.id/detail/138/perjuangan-santri-berani-mati-pertahankan-tanah-surabaya
https://www.kompas.com/stori/read/2022/03/25/120000679/tentara-hizbullah-indonesia-pembentukan-tokoh-dan-pemberontakan


Komentar
Posting Komentar