Bicara Cinta, Bicara Apa?

Manusia pada umumnya pernah terlibat dalam cinta. Sejak penciptaan Adam kemudian Allah menganugerahkan rasa yang namanya "cinta" kepada setiap insan manusia. Cinta pertama yang terjalin di muka bumi adalah cinta Adam kepada Hawa. Cinta sudah sepantasnya mengarah kepada hal yang lebih positif. Lebih mengahadirkan semangat. Namun ada juga cinta yang mengarah ke hal yang negatif. Terkadang manusia juga bertanya, jika itu cinta mengapa membawa rasa sakit? Padahal hakikat cinta sendiri adalah sebuah kerelaan, penerimaan dan bukan paksaan atau ingin memilikinya seutuhnya.


Seorang penyair pernah berkata: "Aku mencintai dalam diam, karena dalam diam tidak ada penolakan".


Jika kita melihat di sekeliling kita, ternyata juga ada cinta yang bertepuk sebelah tangan. Oleh karenanya, banyak insan yang kemudian gelap mata dan melakukan hal-hal buruk lainnya. Misal bunuh diri, ke dukun, dll demi mendapatkan kembali insan yang dicintainya. Daripada terjun dalam hal yang melanggar syariat tersebut maka sebaiknya cintailah manusia sekadarnya saja. Itu adalah pilihan yang paling bijak. Mengapa menjadi pilihan? Karena setiap insan memiliki kebebasan memilih atau melepas, mendekat atau menjauh. Setiap insan adalah penentu.

Jadi, boro-boro memaksakan kehendak sebaiknya mundur selangkah dan mengurungkan niat. Ketimbang maju terus dan berakhir sakit. Kan, yang rasain sakitnya kamu sendiri.


Cinta itu memanglah fitrah manusia. Tidak ada pembahasan yang lebih membuat pembicaranya lebih berenergi daripada "membahas masalah cinta". Pokoknya, cinta, cinta dan cinta deh. Definisi cinta tentulah berbeda-beda, ada yang bilang cinta itu "ini dan begini". Terlepas dari banyaknya definisi semua itu adalah benar. Tidak ada definisi cinta yang salah. Hanya saja menjadikan salah satunya sebagai acuan hanya akan membuat rancu cinta-cinta yang lainnya.


Lalu bagaimana dengan cinta yang tak menemui kekasihnya?


Bagiku, jika ada seorang pecinta maka di sisi lain ada yang dicintai (kekasihnya). Setidaknya jika itu benar cinta, maka lumrahnya keduanya adalah menerimanya. Tapi kalau ada seseorang yang mencintai kekasihnya, sedang kekasihnya itu telah menyinpan hari ke orang lain. Maka, itu disebut juga sebagai cinta. Sebab rasa itu tetap akan ada meski kamu tak memiliki wujud kekasihmu. Karena cinta yang sesungguhnya adalah milik hati (perasaan) yang mencitai dan bukan berarti harus memiliki fisik atau jiwanya orang yang kita cintai.


Biar tidak terlalu galau dan patah hati, cintanya terus aja dirawat biar nanti Allah yang balas. Bisa jadi Allah menggantinya dengan hal lebih baik. Untuk kiat-kiat lainnya dalam penyembuhan hati bisa dicoba aktivitas berikut ini:


1. Perbanyak dzikir, meningat Allah

Hati yang banyak mengingat Allah, akan menjadi lebur cintanya kepada manusia.

2. Perbanyak Salawat

Bersalawatlah kepada Nabi karena tidak ada satu manusia pun yang bisa mencitai diri kita melebihi cintanya Rasulullah terhadap umatnya. Maka balaslah cinta itu. 

3. Baca Qur'an

Sesungguhnya membaca Alquran juga dapat menyembuhkan hati yang sakit. Karena padanya terdapat obat penyembuhan.

4. Tundukan Pandangan

Jika menundukkan pandangan bisa membuat kamu lupa kepada orang yang kamu cintai, maka lakukanlah. Yang demikian itu lebih baik daripada tidak. Karena semua hal menyangkut perasaan awal mulanya datang dari pandangan mata.

5. Cintailah para Waliyullah (Wali Wali Allah)

Cintailah mereka yang lebih dekat dan lebih mencitai Allah. Hingga kamu juga bisa mendapat barokahnya. Cintailah orang-orang saleh. Berkumpullah dengan mereka. Ikutilah apa yang mereka lakukan dengan meneladaninya.

6. Mencintai Anak Kecil

Dengan mencintai anak kecil, kamu juga berlatih menumbuhkan cintamunyang tulus. Ketika mencintai anak kecil, kita tidak butuh balasan dan lain-lain. Itulah cinta tulus tanpa menuntut balasan. Ini juga akan baik kamu terapkan dalam mencintai seseorang.

7. Milikilah hewan peliharaan

Kucing adalah salah satu hewan kecintaan Nabi selain Kuda. Memelihara kucing juga melatih cinta dan sabar karena kamu bisa berkomunikasi dengan makhluk yang satu ini melalui interaksi non verbal. Wkwk..jadi belajar juga memahami apa yang dirasakan oleh yang dicintainya.


Yaah, segitu aja yah.

Komentar