01 Mei di Langit Selatan


Oleh : Siti Nurhayati

Ramadhan kali tidak seperti ramadhan sebelumnya, semua terasa indah, pahit dan juga tentu memiliki suasana berbeda. Jika ramadhan di tahun sebelumnya saya bersama keluargaku (nenekku jika berada di kampung halaman atau dengan saudara-saudaraku ketika ramadhan di Kendari), jika tidak ada cukup rezeki untuk pulang, namun kali ini aku memilih untuk menjalankan ramadhan di langit selatan. Iya, tanggal 30 April aku berangkat dari kota Kendari - Jeneponto. Cukup lama butuh waktu kira-kira 31 jam perjalanan dan harus menginap semalam di kapal feri tapi inti dari cerita ini bukan itu saja. Sengaja aku memilih traveling karena kurasa semua manusia punya cita-cita untuk keliling dunia meski dimulai dari lintas provinsi dulu. Terdapat banyak pelajaran yang dapat diambil dari sebuah perjalanan ke tanah orang. Di sana kita dituntut untuk dapat benar benar diterima di masyarakat minimal tidak kita diterima oleh orang-orang di tempat kita menetap sementara waktu disana sampai batas waktu yang direncanakan. Disinalah berlaku pepatah,"dimana kaki berpijak di situ langit dijunjung". Tidak dapat dipungkiri bahwa jiwa seseorang membutuhkan hiburan untuk kembali me refresh otaknya agar kembali berpikir pada jalur yang semestinya, setelah fokus dalam beberapa urusan baik yang ringan maupun urusan yang lebih serius. Tentu perjalanku kali ini bukan hanya sekadar jalan-jalan semata melainkan lebih dari itu. Kamu bisa mendapatkan inspirasi baru sepanjang perjalanan mu, mengubah cara pandang dan pola pikirmu akan arti sebuah kehidupan. Itulah salah satu prinsipku.  Dunia terlalu sempit jika kita hanya menghabiskan waktu kita hanya di satu titik atau satu tempat saja. Sebaliknya dunia akan terlihat amat sangat luas apabila kita jelajahi. Sangat disayangkan kalau kita tidak mencoba mencicipi dunia luar. Dunia dengan perbedaan budaya, suku, bahasa, ras dan sebagainya tentu sangat menarik untuk ditelusuri. Salah satu yang perlu dicoba dalam perjalanan mu adalah dengan mengunjungi beberapa tempat wisata favorit mu, kuliner khas, dan hiburan-hiburan lainnya. Cukup unik bukan untuk dijelajahi?. Di sisi lain perjalanan juga dapat meningkatkan sisi spritual seseorang. Aku berkata demikian karena aku merasakannya. Kalian bisa menganggap ini adalah opini ku. Tidak mengapa masing-masing manusia memiliki caranya tersendiri untuk mendekatkan dirinya kepada Rabbnya. Semua adalah tentang pendewasaan diri. Siapa bilang pendewasaan hanya bisa terjadi di dunia pendidikan saja, pendewasaan itu bisa terjadi dimana saja, apabila kamu mampu mengambil hikmah dari segala hal yang terjadi di dalam hidupmu, bahkan di lingkungan dan perjalanan mu pun bisa merubahmu menjad dewasa. Yang setuju comment, wkwk

Komentar