My Daily Activity During Pandemic in 2020
Hi, semuanya..
Apa kabar hari ini? Semoga baik-baik saja ya😚
Sebenarnya saya sedikit bingung mau nulis apa di blog ini, karena jujur aktivitasku selama masa pandemi sangat terbatas. Namun, tidak ada salahnya untuk sharing beberapa kegiatanku, semoga dapat memberikan sedikit inspirasi buat kalian semua.
Pandemi memiliki sejarah tersendiri bagi siapa saja di tahun ini termasuk kamu dan aku. Ketika kemunculan pandemi pada Maret 2020 lalu, saya dan saudaraku memutuskan pulang selama kurang lebih empat bulan di kampung halaman. Masa-masa itu kuisi dengan membantu nenek berkebun mulai dari memotong rumput, memasang pagar sampai pada waktu menanamnya tiba. Setelah sekian lama (umur jagung kira² tiga minggu), saya pun memutuskan untuk kembali di kota Kendari pada bulan Agustus.
Sebelum balik, saya telah menyusun beberapa rencana selama tahun 2020. Aku mulai menulis to do list mengenai goals aku di tahun ini pada sebuah kertas. To do list tersebut tentu banyak sekali namun saya hanya bisa fokus pada beberapa saja. Sebut saja seperti meningkatkan kemampuan bahasa Inggris (bahkan ada to do list untuk menjadi seorang polyglot, wkwk)..gila emang, tapi saya memang mencintai bahasa. Terlibat dalam organisasi kepenulisan dan organisasi luar kampus lainnya bahkan sampai ingin mengikuti beberapa debat english mahasiswa dan ikut berbagai konverensi virtual SDGs dan PBB, wkwk😄.
Cita-citalah yang membuatku merasa aneh. Pada bulan Agustus akhir, saya mulai searching dan prepare metode belajar bahasa Inggris yang tepat untuk pemula, disamping terus memikirkan perkuliahan yang akan diadakan secara daring pada bulan selanjutnya. Hari-hari saya selalu komitment untuk menonton channel you tube berbahasa Inggris serta kisah dan suka duka para mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Luar Negeri. Itu semua, cukup membuat saya termotivasi untuk belajar bahasa inggris dengan continu dan konsisten.
Hanya sedikit kegiatan turun lapangan yang kulakukan saat pandemi seperti olahraga di lapangan dan sebagainya. Sebagian besar waktuku hanya kugunakan untuk mengikuti berbagai virtual webinar dari berbagai Univeraitas lain, dan bahkan juga sampai mengikuti webinar yang diadakan oleh salah satu NGO yang bekerjasama dengan Amerika untuk pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studi di LN.
Lucu ??? Kedengarannya sih gitu, kok bisa ikutan webinar luar negeri, emang udah bisa ngerti bahasa Inggris ? hmmm, jawabannya saat itu belum sih, tapi untuk bisa berbahasa secara fasih dengan memiliki pemahaman yang baik, bukankah membutuhkan perjuangan dan pengorbanan? Waktu, uang dan tenaga tentunya adalah hal yang perlu di perhitungkan. Tapi, bukankah akan lebih bodoh lagi jika saya menyerah dan memilih berhenti dari melakukan to do list yang telah kurencanakan dengan matang ?😃
Aku lebih memilih gila untuk sementara dibanding tidak melakukuan apa-apa dan tidak membuat progres sedikit pun. Meski kecil, progres tetaplah progres. Tapiii, gila disini bukan hilang akal ya seperti orang gila pada umumnya..hahaha. Di sisi lain saya menyadari bahwa dengan membuat satu kemajuan saja, maka akan membuka pintu-pintu kemajuan lainnnya. Belajar bahasa di masa pandemi juga mempersiapkan saya untuk mengikuti program PPAN ( Pertukaran Pemuda Antar Negara) dan seleksi Duta Bahasa Sulawesi Tenggara oada 2021 mendatang. In Syaa Allah
Ketika masa kuliah online tiba, tentu tidak mudah bagiku mempertahankan konsistensi dalam belajar bahasa Inggris. Waktu saya terbagi dan harus ku manage sedemikian rupa. Meski demikian, tetaplah berantakan. Terdapat banyak tantangannya mulai dari keadaan jaringan yang kurang stabil, katakter dosen yang tidak bisa ketebak, lampu yang tiba-tiba mendadak mati, tidak mengikuti perkuliahan setelah hujan karena pasti jaringan gak ada, wkwkw sampai ada insiden di kick dosen dari zoom meeting, hingga pada tugas yang dikerjakan menjelang deadline..repot serta mengikuti beberapa seleksi beasiswa ke luar negeri yang diadakan benerapa platform sebut saja seperti IDEAS For Indonesia, Even Hunter Indonesia dan jalanin bisnis online jualan buku.
Sebenarnya saya belum memiliki lap top, tapi kabar baiknya smartphone sudah sangat canggih, sehingga tugas kuliah bisa diselesaikan di aplikasi WPS. Nah, karena aplikasi yang kugunakan cukup terbatas, sehingga saya meminta bantuan ke teman untuk mengeditnya. Atau paling tidak, saya ke asramanya hanya untuk sekedar kerja tugas, tidur satu malam juga jadi senjata bagiku memanfaatkan keadaan. Bukan memanfaatkan teman yaa..karena kita sahabat baik. Jadii, ya udah pada kenal satu sama lainlah. Kalau saya datang berarti artinya saya mau kerja tugas make lap top nya.
So, itu semua adalah my daily activity during pandemic. Sebenarnya tidak ada yang begitu serius dengan kehadiran coronavirus, tergantung bagaimana pandangan kita memahaminya. Mungkin banyak orang yang merasa bahwa pandemi adalah musibah yang besar namun juga tentunya terdapat sebagian orang yang malah melihat peluang di dalamnya. Tergantung bagaimana kita menyikapinya dan tentunya ada hikmah yang dijadikan sebagai tempat kita belajar. So, everything is gonna be okay.
bye bye..see you soon in the next blog
😊
Masya Allah. Semoga d mudahkan segala urusannya dalam mencapai target sesuai isi tulisan ini.
BalasHapusAmiiin,, aamiiin Ya Allah
Hapus